Islam telah menjadi suatu yang sangat mendarah daging bagi masyarakat indonesia dan menjadi agama dengan jumlah penganut terbesar di negara ini, namun sayang ketika ditanyakan kepada para penganut-penganutnya mengapa mereka memilih islam masih banyak orang yang bingung untuk memberikan jawaban dan kebanyakan meraka akan menjawab karena islam yang paling benar tapi setelah pertanyaan itu dilanjutkan , "Dimana letak kebenaran islam?", makah meraka juga akan semakin kebingungan. Untuk menjawab itu saya tertarik dengan pemikiran Sayyid Amir Ali tentang apologisme islam (sebuah pemikiran yang didasari bahwa islam adalah agama yang benar) yang dituliskan dalam buku The Spirit Of Islam. Didalam pemikiranya tersebut Amir Ali menyebutkan beberapa hal yang menjadi penguat tentang kebenaran dan kebaikan islam, Hal-hal tersebut dinyatakan Amir Ali untuk melawan pemikiran-pemikiran yang melemahkan islam atau meragukan kebaikan islamhal tersebut adalaha sebagai berikut:
- Sosok Nabi Muhammad
Nabi Muhammad merupakan nabi dan juga Rosul yang tak bisa dipisahkan dari agama islam karena beliaulah yang telah menjadi perantara Allah untuk menyampaikan kebaikan (islam) kepada umat manusia. Nabi Muhaamat menuru Sayyid Amir Ali adlah sosok yang manis, lemah lembut, pemaaf, kesatria serta belas kasih. Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhaamad tersebut bisa menjadi salah satu hal yang dapat menunjukan kebaikan islam karena kalau kita lihat lebih jauh tentang sejarah kehidupan nabi Muhammad beliau memang sosok yang dikenal akan kebaikan akhlaknya oleh masyarakat arab pada masa itu.
Shalat juga mengajarkan kedisiplinan kepada umatnya karena waktu-waktu didalam shaat telah ditetapkan dan secara tidak langsung akan melati umat islam untk senantiasa disiplin akan waktu.
- Keesaan Allah
- Shalat
Shalat juga mengajarkan kedisiplinan kepada umatnya karena waktu-waktu didalam shaat telah ditetapkan dan secara tidak langsung akan melati umat islam untk senantiasa disiplin akan waktu.
- Puasa
- Zakat
- Haji
- Aherat
Agama-agama yang datang sebelum Islam pada umumnya menggambarkan bahwa di hidup kedua itu manusia akan memperoleh upah dan balasan dalam bentuk jasmani dan bukan dalam bentuk rohani.
Ameer Ali cenderung berpendapat bahwa balasan nanti dalam bentuk rohani atau immateri, Kalau al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang memberikan gambaran balasan jasmani, maka itu semata-mata ditujukan kepada masyarakat awam yang mempunyai tingkat pemikiran yang sederhana.
Manfaat beriman kepada akhirat: mendorong manusia untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat dan peningkatan moral golongan awam, apabila ganjaran dan balasan di akhirat digambarkan dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh panca indera.
- Perbudakan
Islam, berlainan dengan agama-agama sebelumnya, datang dengan ajaran untuk menmbebaskan sistem perbudakan. Dosa-dosa tertentu dapat ditebus dengan memerdekakan budak. Budak harus diberi kesemapatan untuk membeli kemerdekaannya dengan upah yang ia peroleh. Budak harus diperlakuakan dengan baik dan tidak boleh diperbedakan dengan manusia lain. Oleh karena itu, dalam Islam, ada di antara budak-budak yang akhirnya menjadi perdana menteri.
- Poligami
Poligami justru mendapatkan pembatasan dalam Islam. Bahkan menurut Ameer Ali, Islam mempunyai kecenderungan monogami, bukan poligami. Dalam menafsirkan surat al-Nisa’ ayat 3, ia menganggap bahwa sekalipun secara sekilas memperlihatkan kebolehan berpoligami, jiwa ayat itu sesungguhnya melarang berpoligami. Syarat adil yang disebutkan di situ sebenarnya sangat sukar untuk dipenuhi dan dilaksanakan oleh seorang suami.
Sekalipun demikian, Ameer Ali tidak memungkiri kenyataan kebolehan poligami. Hal ini menurutnya bisa terjadi tergantung pada keadaan. Ada masa-masa dan keadaan masyarakat, di mana poligami itu sungguh-sungguh perlu dilaksanakan, demi untuk memelihara wanita dari kelaparan dan kemelaratan.
Mungkin itu adalah hal-hal istimewah yang menjadikan islam sebagai agama yang benar dan baik..
